Cara Menghadapi Tes Wawancara 100% Berhasil - Mas Danang

    Social Items

Cara Menghadapi Tes Wawancara 100% Berhasil - Beberapa tahap yang harus dilalui oleh seorang calon pelamar kerja adalah pertama, mencari informasi lowongan pekerjaan, baik melalui media massa, dari teman, maupun cara lainnya. Kedua, mengajukan lamaran. Jika ada tanggapan, maka ketiga, tes tertulis. Keempat, interview atau wawancara. Dan kelima tes magang.

Cara Menghadapi Tes Wawancara 100% Berhasil
Masing-masing tahap memang sama-sama penting dan sulit, akan tetapi yang menjadi titik tolak atau pangkal perhatian yang sangat serius adalah pada tahap intervieuw atau wawancara. Mengapa? Karena pada tahap wawancara Iah, kedua belah pihak sama-sama saling mengetahui calon partner nya secara face to face. Dengan adanya face to face, maka terjalin sebuah  komunikasi.

Kiat Kiat Lulus Tes Wawancara

Dengan adanya interkomunikasi, mala alan tercipta sebuah understanding atau memahami. Jila sudah ada saling memahami inilah, maka pintu kesempatan untuk segera merealisasikan kerja sama akan semakin mendekati kenyataan. Masalah intinya adalah, bagaimana si calon pegawai tersebut bisa melakukan sebuah langkah- langkah strategis untuk mencapai interest dan understanding tersebut bagi perusahaan.

Persiapan Tes Wawancara

Pada situasi persiapan ini, calon pegawai atau karyawan harus bisa menumbuhkan suasana pra kondisi yang signifikan dan mendukung segala apa yang pernah dia ajukan di surat lamaran kerja. Jangan sampai surat lamaran kerja yang pernah dia ajulan hanyalah lips service belaka, yang hanya formalitas atau untuk mengelabui pihak perusahaan atau instansi.

Sedangkan secara mental, calon karyawan atau pegawai harus melatih ketenangan dan kejujuran serta teknik olah retorika yang bisa menampilkan pribadi yang menarik serta penuh kepercayaan. Persiapan ini bisa diraih dengan cara banyak membaca buku-buku yang banyak memberikan motivasi. Jika bisa, kuasailah informasi seputar rnanajemen perusahaan-pcrusahaan, baik yang kecil, menengah maupun maju.

Pengetahuan tersebut sangat berharga bagi calon karyawan, karena hal itu secara langsung akan dikomunikasikan kepada pihak perusahaan dan akan mempengaruhi interes dan image terhadap kemampuan informasi calon karyawan. Sedangkan persiapan secara fisik, persiapkan diri anda dengan sehat, jangan sampai ketika hari H wawancara anda malah jatuh sakit. Ingat kesempatan hanya datang sekali saja dalam umur anda. Dan meraih pekerjaan yang diimpikan justru lenyap hanya anda jatuh sakit.

Menjalani Tes Wawancara

Beberapa hal wajib anda perharikan ketika menjalani tes wawancara yaitu :

Pertama

Atur posisi duduk anda. Duduklah dengan cegak, baik dengan bersandar maupun tidak, baik dengan tangan di atas atau di bawah meja. Posisi yang tegak menunjukkan bahwa anda adalah pribadi yang workabolic (siap bekerja), dan posisi yang menunduk menyimbolkan bahwa anda adalah tipe suka menyerah, tidak punya  motivasi dan pasrah

Kedua

Atur pandangan mata anda. Tataplah mata pewawancara anda. Jangan menebarkan pandangan ke segala arah. Menatap secara sopan ke arah mata sang pewawancara menunjukkan bahwa anda adalah pribadi yang apa adanya. jujur, dan fokus terhadap objek. Sedangkan menebarkan pandangan ke segala arah, baik kerika anda sedang diwawancarai atau ketika anda memberikan jawaban, menunjukkan bahwa anda tidak- lah serius untuk melamar pekerjaan.

Di samping itu, juga menggambarkan bahwa anda adalah gemar melakukan simplifikasi (menyepelekan masalah). Jika ini yang terjadi, maka  siap-siaplah anda untuk terelimimasi dari impian anda, bukan oleh sang pewawancara, tetapi oleh anda sendiri.

Ketiga

Jawablah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan penuh simpatik dan tidak melebar ke arah yang tidak ada sangkut pautnya dengan pertanyaan. Faktor simpatik bisa diekspresikan dengan senyuman kecil, raut wajah yang cerah dan pandangan mata yang normal, tidak terlalu tajam juga tidak terlalu menyepelekan.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan yang bersifat faktual, seperti kondisi keluarga, kondisi kesehatan, kondisi lingkungan tempat tinggal anda dengan jujur dan apa adanya. Tetapi ketika anda menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya interpretatif atau kualitatif, jawablah dengan cara kondisional dan situasional dan mengarah kepada bagaimana jawaban yang anda berikan bisa menambah kredit poin dan sesuai dengan harapan dari perusahaan.

Kecermatan dan ketepatan prediksi anda terhadap keinginan dan tipologi karakter pegawai yang diharapkan oleh perusahaan akan sangat menentukan jawaban-jawaban yang akan anda berikan. Permasalahannya, wawancara biasanya bersifat hanya stimulan bahkan pertanyaannya bersifat menjebak.

Ketika anda menjawab dengan jujur dari hati nurani dan keinginan anda, dengan tidak menyesuaikan semangat dan substansi yang dimaksud oleh perusahaan, maka kejujuran anda hanya benar bagi anda tetapi kurang berhasil bagi perusahaan. Maka anda harus mengetahui tipologi-tipologi pertanyaan yang disodorkan oleh sang pewawancara, apakah bersifat faktual atau situasional. Jawablah sesuai dengan proporsinya. Tunjukkan bahwa anda bisa jujur tetapi juga rnenarik.

Mengakhiri Tes Wawancara

Dalam situasi ini, kesempatan atau waktu wawancara akan segera berakhir. Sah sah saja jika selama proses wawancara dianggap sebagai proses mendulang skor. Karena di dalamnya ada semacam debat halus, antara sang pewawancara dengan calon karyawan.

Hanya karena sang pewawancara membungkus bahasanya melalui pertanyaan-pertanyaan, bukan pernyataan- pernyataan. Skor anda bisa naik jika jawaban anda dirasakan memuaskan dan jujur. Skor anda sangat buruk jika jawaban anda tidak memuaskan apalagi anda ketahuan tidak jujur.

Oleh karena itu, akhirilah wawancara dengan indah. Bagaimana caranya? Jika anda merasa selama proses wawancara skor anda sangat minim, maka berikanlah statemen atau pernyataan bahwa di kesempatan ke depan, anda tidak akan mengulangi kesalahan yang telah dilakukan, anda akan lebih baik, lebih ulet, lebih bertanggung jawab dan lebih dedikatif lagi dibandingkan saat sekarang.

Jika anda merasa yakin bahwa selama proses wawancara anda menuai skor yang tidak mengecewakan, jangan sekali-kali menunjukkan sikap penuh kemenangan di hadapan sang pewawancara. Karena hal demikian akan langsung mengurangi skor anda secara drastis. Berikan pernyataan, bukan janji, bahwa jika anda masih diberi kesemparan ke depan, maka anda akan meningkatkan kualitas diri anda, anda akan menjalankan kepercayaan dengan penuh amanat.

Demikian tentang Cara Menghadapi Tes Wawancara semoga bermanfaat. Terima Kasih.

Cara Menghadapi Tes Wawancara 100% Berhasil

Cara Menghadapi Tes Wawancara 100% Berhasil - Beberapa tahap yang harus dilalui oleh seorang calon pelamar kerja adalah pertama, mencari informasi lowongan pekerjaan, baik melalui media massa, dari teman, maupun cara lainnya. Kedua, mengajukan lamaran. Jika ada tanggapan, maka ketiga, tes tertulis. Keempat, interview atau wawancara. Dan kelima tes magang.

Cara Menghadapi Tes Wawancara 100% Berhasil
Masing-masing tahap memang sama-sama penting dan sulit, akan tetapi yang menjadi titik tolak atau pangkal perhatian yang sangat serius adalah pada tahap intervieuw atau wawancara. Mengapa? Karena pada tahap wawancara Iah, kedua belah pihak sama-sama saling mengetahui calon partner nya secara face to face. Dengan adanya face to face, maka terjalin sebuah  komunikasi.

Kiat Kiat Lulus Tes Wawancara

Dengan adanya interkomunikasi, mala alan tercipta sebuah understanding atau memahami. Jila sudah ada saling memahami inilah, maka pintu kesempatan untuk segera merealisasikan kerja sama akan semakin mendekati kenyataan. Masalah intinya adalah, bagaimana si calon pegawai tersebut bisa melakukan sebuah langkah- langkah strategis untuk mencapai interest dan understanding tersebut bagi perusahaan.

Persiapan Tes Wawancara

Pada situasi persiapan ini, calon pegawai atau karyawan harus bisa menumbuhkan suasana pra kondisi yang signifikan dan mendukung segala apa yang pernah dia ajukan di surat lamaran kerja. Jangan sampai surat lamaran kerja yang pernah dia ajulan hanyalah lips service belaka, yang hanya formalitas atau untuk mengelabui pihak perusahaan atau instansi.

Sedangkan secara mental, calon karyawan atau pegawai harus melatih ketenangan dan kejujuran serta teknik olah retorika yang bisa menampilkan pribadi yang menarik serta penuh kepercayaan. Persiapan ini bisa diraih dengan cara banyak membaca buku-buku yang banyak memberikan motivasi. Jika bisa, kuasailah informasi seputar rnanajemen perusahaan-pcrusahaan, baik yang kecil, menengah maupun maju.

Pengetahuan tersebut sangat berharga bagi calon karyawan, karena hal itu secara langsung akan dikomunikasikan kepada pihak perusahaan dan akan mempengaruhi interes dan image terhadap kemampuan informasi calon karyawan. Sedangkan persiapan secara fisik, persiapkan diri anda dengan sehat, jangan sampai ketika hari H wawancara anda malah jatuh sakit. Ingat kesempatan hanya datang sekali saja dalam umur anda. Dan meraih pekerjaan yang diimpikan justru lenyap hanya anda jatuh sakit.

Menjalani Tes Wawancara

Beberapa hal wajib anda perharikan ketika menjalani tes wawancara yaitu :

Pertama

Atur posisi duduk anda. Duduklah dengan cegak, baik dengan bersandar maupun tidak, baik dengan tangan di atas atau di bawah meja. Posisi yang tegak menunjukkan bahwa anda adalah pribadi yang workabolic (siap bekerja), dan posisi yang menunduk menyimbolkan bahwa anda adalah tipe suka menyerah, tidak punya  motivasi dan pasrah

Kedua

Atur pandangan mata anda. Tataplah mata pewawancara anda. Jangan menebarkan pandangan ke segala arah. Menatap secara sopan ke arah mata sang pewawancara menunjukkan bahwa anda adalah pribadi yang apa adanya. jujur, dan fokus terhadap objek. Sedangkan menebarkan pandangan ke segala arah, baik kerika anda sedang diwawancarai atau ketika anda memberikan jawaban, menunjukkan bahwa anda tidak- lah serius untuk melamar pekerjaan.

Di samping itu, juga menggambarkan bahwa anda adalah gemar melakukan simplifikasi (menyepelekan masalah). Jika ini yang terjadi, maka  siap-siaplah anda untuk terelimimasi dari impian anda, bukan oleh sang pewawancara, tetapi oleh anda sendiri.

Ketiga

Jawablah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan penuh simpatik dan tidak melebar ke arah yang tidak ada sangkut pautnya dengan pertanyaan. Faktor simpatik bisa diekspresikan dengan senyuman kecil, raut wajah yang cerah dan pandangan mata yang normal, tidak terlalu tajam juga tidak terlalu menyepelekan.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan yang bersifat faktual, seperti kondisi keluarga, kondisi kesehatan, kondisi lingkungan tempat tinggal anda dengan jujur dan apa adanya. Tetapi ketika anda menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya interpretatif atau kualitatif, jawablah dengan cara kondisional dan situasional dan mengarah kepada bagaimana jawaban yang anda berikan bisa menambah kredit poin dan sesuai dengan harapan dari perusahaan.

Kecermatan dan ketepatan prediksi anda terhadap keinginan dan tipologi karakter pegawai yang diharapkan oleh perusahaan akan sangat menentukan jawaban-jawaban yang akan anda berikan. Permasalahannya, wawancara biasanya bersifat hanya stimulan bahkan pertanyaannya bersifat menjebak.

Ketika anda menjawab dengan jujur dari hati nurani dan keinginan anda, dengan tidak menyesuaikan semangat dan substansi yang dimaksud oleh perusahaan, maka kejujuran anda hanya benar bagi anda tetapi kurang berhasil bagi perusahaan. Maka anda harus mengetahui tipologi-tipologi pertanyaan yang disodorkan oleh sang pewawancara, apakah bersifat faktual atau situasional. Jawablah sesuai dengan proporsinya. Tunjukkan bahwa anda bisa jujur tetapi juga rnenarik.

Mengakhiri Tes Wawancara

Dalam situasi ini, kesempatan atau waktu wawancara akan segera berakhir. Sah sah saja jika selama proses wawancara dianggap sebagai proses mendulang skor. Karena di dalamnya ada semacam debat halus, antara sang pewawancara dengan calon karyawan.

Hanya karena sang pewawancara membungkus bahasanya melalui pertanyaan-pertanyaan, bukan pernyataan- pernyataan. Skor anda bisa naik jika jawaban anda dirasakan memuaskan dan jujur. Skor anda sangat buruk jika jawaban anda tidak memuaskan apalagi anda ketahuan tidak jujur.

Oleh karena itu, akhirilah wawancara dengan indah. Bagaimana caranya? Jika anda merasa selama proses wawancara skor anda sangat minim, maka berikanlah statemen atau pernyataan bahwa di kesempatan ke depan, anda tidak akan mengulangi kesalahan yang telah dilakukan, anda akan lebih baik, lebih ulet, lebih bertanggung jawab dan lebih dedikatif lagi dibandingkan saat sekarang.

Jika anda merasa yakin bahwa selama proses wawancara anda menuai skor yang tidak mengecewakan, jangan sekali-kali menunjukkan sikap penuh kemenangan di hadapan sang pewawancara. Karena hal demikian akan langsung mengurangi skor anda secara drastis. Berikan pernyataan, bukan janji, bahwa jika anda masih diberi kesemparan ke depan, maka anda akan meningkatkan kualitas diri anda, anda akan menjalankan kepercayaan dengan penuh amanat.

Demikian tentang Cara Menghadapi Tes Wawancara semoga bermanfaat. Terima Kasih.

Berlangganan Artikel Kami